7 Langkah Melakukan Analisis Kompetitif untuk Meningkatkan Keunggulan Bisnis

Mengenal kompetitor dengan lebih mendalam bisa membantumu mencari celah yang belum mereka masuki, atau menjadi lebih baik lagi di lansekap bisnis yang sama. Tapi, bagaimana cara menganalisis kompetitor yang benar?

Founder Tanibox OÜ; Product Strategist di Chloè & Matt.

Walaupun ada beberapa bagian yang fokus pada peluang pasar (market opportunity), tetapi aspek-aspek lain dari rencana bisnis itu harus ditujukan pada potensi tantangan. Salah satunya adalah adanya kompetisi, dan kelebihan serta kekurangan yang dimiliki kompetitormu. Informasi ini akan dapat membantumu mengembangkan produk/layanan, atau mendorongmu untuk jadi berbeda dengan yang lain.

7 Kunci Utama Analisis Kompetitif yang Komprehensif

1. Tentukan dan Buat Daftar Produk/Layanan Kompetitor

Lakukan riset online maupun offline terhadap kompetitor-kompetitormu agar kamu lebih memahami mereka. Kompetisi disini maksudnya adalah bisnis ataupun orang-orang yang memiliki produk/layanan yang mirip denganmu. Dan kompetitormu adalah bisnis atau orang yang juga memiliki target pasar yang sama denganmu. Cukup perhatikan 2-3 kompetitor saja, agar kamu lebih mudah menyusun analisis kompetitif.

Kamu bisa menyusun perusahaan-perusahaan yang lebih besar atau lebih kecil darimu. Tetapi jika kamu memiliki terlalu banyak kompetitor, kamu hanya perlu fokus pada kompetitor yang ukurannya tidak jauh berbeda denganmu. Kompetitor seperti ini biasanya memiliki berbagai atribut yang mirip dengan bisnismu, misalnya market share, model bisnis, proses operasional, bahkan hingga produk/layanan yang ditawarkan.

2. Buat Rangkuman Kompetitif

Untuk setiap kompetitor, buat sebuah rangkuman pendek yang mendeskripsikan bisnis mereka. Ringkasan ini sebaiknya menyoroti atribut dan fitur-fitur yang mirip—yang menjadikan setiap organisasi sebagai kompetitor/pesaing. Gunakan semua pengetahuan dan analisis pasar yang sudah kamu miliki. Kamu juga bisa menyertakan pemilik bisnis dan latar belakang orang yang jadi pesaingmu, jika itu relevan atau patut diperhatikan.

3. Deskripsikan Target Audiens Kompetitormu

Kamu seharusnya bisa langsung tahu tipe pelanggan yang disasar kompetitormu hanya dengan memperhatikan pesan-pesan dan berbagai konten yang digunakan di kegiatan pemasaran mereka. Juga pikirkan segmen berbeda yang kira-kira diincar oleh pesaingmu, dan pesan-pesan seperti apa yang digunakan untuk menggaet segmen tersebut.

Baca komentar-komentar, feedback pelanggan, ulasan, dan diskusi yang dilakukan target audiens ini terhadap setiap pesaingmu. Dari yang mereka katakan, kamu akan bisa tahu apakah pesaingmu berhasil memuaskan pelanggan atau tidak, apakah sudah sesuai ekspektasi pelanggan atau belum, dan seterusnya.

Sebagai tambahan, kamu juga bisa melakukan riset online terhadap profil audiens untuk menciptakan persona pelangganmu sendiri. Persona ini termasuk lokasi, usia, jenis kelamin, profesi, potensi pendapatan, dan info-info demografis lainnya yang membentuk kebiasaan belanja mereka.

4. Masukkan Faktor Harga Kompetitor

Langkah ini mengharuskanmu untuk sedikit menggali lebih jauh hingga ke strategi harga yang diterapkan kompetitor. Jangan lupa untuk memperhitungkan faktor-faktor tingkatan harga (pricing plans) dan juga ongkos logistik (untuk produk fisik).

Di bagian analisis harga ini kamu juga dapat memasukkan keterangan yang relevan, apakah kompetitor menerapkan harga lagganan berbasis periode (subscription), program cicilan, atau strategi paket (bundling). Jangan lupa, lacak kapan dan bagaimana mereka mengurangi harga melalui promosi penjualan.

5. Susun Garis Besar Strategi Pemasaran Mereka

Untuk membuat produk/layanan yang berbeda dari mereka, ketahui strategi pemasaran mereka baik online maupun offline dan perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Bagaimana tampilan dan gaya poster/banner billboard mereka?
  • Seberapa sering mereka memposting konten ke akun media sosialnya? Apa yang mereka bagikan? Berapa banyak followers dan interaksi yang mereka miliki? Pastikan juga kamu tahu komentar-komentar yang ditinggalkan pelanggan di akun media sosial mereka dan bagaimana mereka menanggapinya.
  • Seperti apa tampilan situs web kompetitormu? Seberapa sering mereka menggantinya? Apakah mereka sering memperbarui konten disitu? Cari tahu ranking situs web mereka dengan Google Search, dan yang paling penting cari tahu berapa ranking mereka ketika kamu mengetikkan beragam kata kunci yang sesuai dengan produk/layanan yang mereka miliki.
  • Apakah pesaingmu memiliki blog yang kontennya sering diperbarui? Jika iya, berarti mereka memiliki perencanaan konten pemasaran yang sudah tertata. Artinya, kamu pun harus memiliki hal yang sama.
  • Cek promosi yang dilakukan pesaingmu lewat media cetak maupun online. Tentukan bagaimana mereka menggunakan CTA (Call To Action) untuk menarik pelanggan.
  • Cari tahu acara seperti apa yang mereka datangi, atau sponsori, atau adakan.
  • Dan cari tahu juga apakah mereka memiliki kerjasama strategis dengan perusahaan lain untuk melakukan promosi silang.

6. Tentukan Keunggulan Kompetitif Mereka

Langkah ini yang kemudian akan menentukan apakah kamu dapat bersaing dengan kompetitormu dan berada satu tingkat diatas mereka atau tidak. Sebagai bagian dari analisis kompetitif, buat daftar faktor yang membuat pesaingmu unik. Dalam hal ini, kamu harus cukup berbesar hati untuk mengakui bahwa mereka memiliki satu keunggulan yang tidak kamu miliki. Tujuan akhirmu adalah untuk mengilustrasikan mengapa produk/layanan yang kamu miliki akan dapat bersaing dengan mereka ketika kamu merilisnya.

Faktor-faktor keunggulan kompetitif disini termasuk kualitas produk/layanan, harga, target pasar, lokasi, dan sejarah perusahaan. Apakah produk/layanan kompetitor dapat menyelesaikan masalah pelanggan? Apakah mereka menawarkan produk/layanan yang luas? Apakah mereka menjual produk/layanan itu ke pasar yang spesifik atau belum terlayani? Apakah kompetitormu punya kisah yang unik atau pendiri/pimpinan yang sudah terkenal lebih dulu? Hal-hal ini akan membantumu menentukan keunggulan kompetitif mereka—dan tentunya keunggulanmu juga.

7. Rangkum Kelebihan dan Kekurangan Setiap Kompetitor

Sebagai langkah terakhir, buat rangkuman dari riset yang sudah kamu lakukan melalui perbandingan kekurangan dan kelebihan, yang mirip dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats), perencanaan strategis yang populer digunakan untuk penilaian kompetitor.

Informasi yang dihasilkan di bagian terakhir ini akan membantumu untuk menentukan siapa yang bisa kamu ungguli. Ini akan berharga jika kamu ingin mencari pendanaan ke pemodal ventura (venture capitalist) atau angel investor.

Kenali Kompetitormu Lebih Jauh

Tak kenal maka tak sayang

Dengan memiliki pemahaman yang jauh soal kompetitormu, akan membantumu menentukan strategi bisnismu. Sebuah analisis kompetitif yang komprehensif dapat menjadi semacam perencanaan perang. Ia dapat membantu agar bisnismu lebih dikenal orang—terutama target pasar yang kamu tuju, siap terhadap tantangan-tantangan baru dari kompetitor-kompetitor baru yang akan muncul di masa depan, dan membantu bisnismu bertahan di lingkungan bisnis yang keras.

Sampai disini, semoga kamu paham, ya! Jika tidak, kamu bisa bergabung di komunitas Telegram kami dan bertanya lebih lanjut. Semoga sukses!

7 Langkah Melakukan Analisis Kompetitif untuk Meningkatkan Keunggulan Bisnis

Founder Tanibox OÜ; Product Strategist di Chloè & Matt.

Mengenal kompetitor dengan lebih mendalam bisa membantumu mencari celah yang belum mereka masuki, atau menjadi lebih baik lagi di lansekap bisnis yang sama. Tapi, bagaimana cara menganalisis kompetitor yang benar?

Walaupun ada beberapa bagian yang fokus pada peluang pasar (market opportunity), tetapi aspek-aspek lain dari rencana bisnis itu harus ditujukan pada potensi tantangan. Salah satunya adalah adanya kompetisi, dan kelebihan serta kekurangan yang dimiliki kompetitormu. Informasi ini akan dapat membantumu mengembangkan produk/layanan, atau mendorongmu untuk jadi berbeda dengan yang lain.

7 Kunci Utama Analisis Kompetitif yang Komprehensif

1. Tentukan dan Buat Daftar Produk/Layanan Kompetitor

Lakukan riset online maupun offline terhadap kompetitor-kompetitormu agar kamu lebih memahami mereka. Kompetisi disini maksudnya adalah bisnis ataupun orang-orang yang memiliki produk/layanan yang mirip denganmu. Dan kompetitormu adalah bisnis atau orang yang juga memiliki target pasar yang sama denganmu. Cukup perhatikan 2-3 kompetitor saja, agar kamu lebih mudah menyusun analisis kompetitif.

Kamu bisa menyusun perusahaan-perusahaan yang lebih besar atau lebih kecil darimu. Tetapi jika kamu memiliki terlalu banyak kompetitor, kamu hanya perlu fokus pada kompetitor yang ukurannya tidak jauh berbeda denganmu. Kompetitor seperti ini biasanya memiliki berbagai atribut yang mirip dengan bisnismu, misalnya market share, model bisnis, proses operasional, bahkan hingga produk/layanan yang ditawarkan.

2. Buat Rangkuman Kompetitif

Untuk setiap kompetitor, buat sebuah rangkuman pendek yang mendeskripsikan bisnis mereka. Ringkasan ini sebaiknya menyoroti atribut dan fitur-fitur yang mirip—yang menjadikan setiap organisasi sebagai kompetitor/pesaing. Gunakan semua pengetahuan dan analisis pasar yang sudah kamu miliki. Kamu juga bisa menyertakan pemilik bisnis dan latar belakang orang yang jadi pesaingmu, jika itu relevan atau patut diperhatikan.

3. Deskripsikan Target Audiens Kompetitormu

Kamu seharusnya bisa langsung tahu tipe pelanggan yang disasar kompetitormu hanya dengan memperhatikan pesan-pesan dan berbagai konten yang digunakan di kegiatan pemasaran mereka. Juga pikirkan segmen berbeda yang kira-kira diincar oleh pesaingmu, dan pesan-pesan seperti apa yang digunakan untuk menggaet segmen tersebut.

Baca komentar-komentar, feedback pelanggan, ulasan, dan diskusi yang dilakukan target audiens ini terhadap setiap pesaingmu. Dari yang mereka katakan, kamu akan bisa tahu apakah pesaingmu berhasil memuaskan pelanggan atau tidak, apakah sudah sesuai ekspektasi pelanggan atau belum, dan seterusnya.

Sebagai tambahan, kamu juga bisa melakukan riset online terhadap profil audiens untuk menciptakan persona pelangganmu sendiri. Persona ini termasuk lokasi, usia, jenis kelamin, profesi, potensi pendapatan, dan info-info demografis lainnya yang membentuk kebiasaan belanja mereka.

4. Masukkan Faktor Harga Kompetitor

Langkah ini mengharuskanmu untuk sedikit menggali lebih jauh hingga ke strategi harga yang diterapkan kompetitor. Jangan lupa untuk memperhitungkan faktor-faktor tingkatan harga (pricing plans) dan juga ongkos logistik (untuk produk fisik).

Di bagian analisis harga ini kamu juga dapat memasukkan keterangan yang relevan, apakah kompetitor menerapkan harga lagganan berbasis periode (subscription), program cicilan, atau strategi paket (bundling). Jangan lupa, lacak kapan dan bagaimana mereka mengurangi harga melalui promosi penjualan.

5. Susun Garis Besar Strategi Pemasaran Mereka

Untuk membuat produk/layanan yang berbeda dari mereka, ketahui strategi pemasaran mereka baik online maupun offline dan perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Bagaimana tampilan dan gaya poster/banner billboard mereka?
  • Seberapa sering mereka memposting konten ke akun media sosialnya? Apa yang mereka bagikan? Berapa banyak followers dan interaksi yang mereka miliki? Pastikan juga kamu tahu komentar-komentar yang ditinggalkan pelanggan di akun media sosial mereka dan bagaimana mereka menanggapinya.
  • Seperti apa tampilan situs web kompetitormu? Seberapa sering mereka menggantinya? Apakah mereka sering memperbarui konten disitu? Cari tahu ranking situs web mereka dengan Google Search, dan yang paling penting cari tahu berapa ranking mereka ketika kamu mengetikkan beragam kata kunci yang sesuai dengan produk/layanan yang mereka miliki.
  • Apakah pesaingmu memiliki blog yang kontennya sering diperbarui? Jika iya, berarti mereka memiliki perencanaan konten pemasaran yang sudah tertata. Artinya, kamu pun harus memiliki hal yang sama.
  • Cek promosi yang dilakukan pesaingmu lewat media cetak maupun online. Tentukan bagaimana mereka menggunakan CTA (Call To Action) untuk menarik pelanggan.
  • Cari tahu acara seperti apa yang mereka datangi, atau sponsori, atau adakan.
  • Dan cari tahu juga apakah mereka memiliki kerjasama strategis dengan perusahaan lain untuk melakukan promosi silang.

6. Tentukan Keunggulan Kompetitif Mereka

Langkah ini yang kemudian akan menentukan apakah kamu dapat bersaing dengan kompetitormu dan berada satu tingkat diatas mereka atau tidak. Sebagai bagian dari analisis kompetitif, buat daftar faktor yang membuat pesaingmu unik. Dalam hal ini, kamu harus cukup berbesar hati untuk mengakui bahwa mereka memiliki satu keunggulan yang tidak kamu miliki. Tujuan akhirmu adalah untuk mengilustrasikan mengapa produk/layanan yang kamu miliki akan dapat bersaing dengan mereka ketika kamu merilisnya.

Faktor-faktor keunggulan kompetitif disini termasuk kualitas produk/layanan, harga, target pasar, lokasi, dan sejarah perusahaan. Apakah produk/layanan kompetitor dapat menyelesaikan masalah pelanggan? Apakah mereka menawarkan produk/layanan yang luas? Apakah mereka menjual produk/layanan itu ke pasar yang spesifik atau belum terlayani? Apakah kompetitormu punya kisah yang unik atau pendiri/pimpinan yang sudah terkenal lebih dulu? Hal-hal ini akan membantumu menentukan keunggulan kompetitif mereka—dan tentunya keunggulanmu juga.

7. Rangkum Kelebihan dan Kekurangan Setiap Kompetitor

Sebagai langkah terakhir, buat rangkuman dari riset yang sudah kamu lakukan melalui perbandingan kekurangan dan kelebihan, yang mirip dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats), perencanaan strategis yang populer digunakan untuk penilaian kompetitor.

Informasi yang dihasilkan di bagian terakhir ini akan membantumu untuk menentukan siapa yang bisa kamu ungguli. Ini akan berharga jika kamu ingin mencari pendanaan ke pemodal ventura (venture capitalist) atau angel investor.

Kenali Kompetitormu Lebih Jauh

Tak kenal maka tak sayang

Dengan memiliki pemahaman yang jauh soal kompetitormu, akan membantumu menentukan strategi bisnismu. Sebuah analisis kompetitif yang komprehensif dapat menjadi semacam perencanaan perang. Ia dapat membantu agar bisnismu lebih dikenal orang—terutama target pasar yang kamu tuju, siap terhadap tantangan-tantangan baru dari kompetitor-kompetitor baru yang akan muncul di masa depan, dan membantu bisnismu bertahan di lingkungan bisnis yang keras.

Sampai disini, semoga kamu paham, ya! Jika tidak, kamu bisa bergabung di komunitas Telegram kami dan bertanya lebih lanjut. Semoga sukses!