Bagaimana Menjalankan Bisnis Konsultan a.k.a Agensi di Tahun Pertama?

Menjalankan perusahaan konsultan sama dengan menjalankan bisnis lainnya. Ada beberapa hal yang bisa membantumu untuk jadi lebih sukses (dan tetap waras!) disaat kamu baru memulai.

Founder Tanibox OÜ; Product Strategist di Chloè & Matt.

Disini saya menyusun beberapa tips dari pengalaman yang saya dapatkan selama menjalankan bisnis konsultan. Buat saya, bisnis jenis ini cukup cepat pertumbuhannya—selama bisa mendapatkan klien yang sesuai. Tapi kebanyakan bisnis konsultan terjebak dalam lingkaran: menambah klien → menambah pegawai. Jadi, kamu perlu hati-hati untuk tidak terjebak disini.

Kelola Kesehatan Fisik dan Mentalmu 💆🏻‍♀️

1. Jalankan gaya hidup yang sehat dari sekarang

Tidak mudah untuk makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur ketika kamu harus bekerja hingga 80 jam dalam seminggu. Tenggat waktu yang sudah semakin dekat, akan semakin menuntutmu untuk kerja lembur. Dan jika kamu tidak mulai mengatur prioritas dari sekarang, kamu pasti akan jadi sahabat mi instan dan telur. Kamu juga tidak akan pernah lepas dari meja kerja, kecuali ketika harus meeting dengan klien.

Langkah pertama yang mesti kamu lakukan adalah dengan menjadi lebih mindful alias sadar diri. Ubah pola makan dari mi instan + telur sedikit demi sedikit jadi lebih baik, misalnya nasi + telur + sayur. Beli saja dari warung, kalau kamu tidak sempat masak sendiri. Lalu, kalau kamu kurang berolahraga, mungkin kamu bisa jalan kaki ke warung makan. Lumayan kan, sekalian membakar kalori dan tetap melatih otot.

Jangan lupa juga untuk tidur! Ini yang paling sering terjadi jika sudah di penghujung deadline. Bahkan demi mengganti waktu tidur, sampai mengonsumsi minuman energi yang jelas dampaknya buruk bagi tubuh. Hei, sudah banyak orang meninggal karena kurang tidur, lho! 🙀

2. Cari cara untuk mengelola stres

Catat hal-hal apa saja yang menjadi penyebab stres. Mungkin dengan membuat jurnal harian ada baiknya juga. Lalu, kamu harus segera cari tahu cara mengurangi penyebab stres tersebut. Misalnya, kalau kamu capek ketika harus meeting dengan beberapa klien sekaligus 4 hari dalam seminggu, kamu bisa menambah pegawai yang khusus mengurusi klien—yang biasa disebut AE atau Account Executive. Dengan begitu, kamu tetap bisa fokus melakukan pekerjaan-pekerjaan lain; kecuali meeting rutin dengan klien. Walaupun begitu, sesekali kamu tetap harus bertemu klien, hanya sekedar untuk say hi dan keep in touch. It’s important for your business! 🤑


Kelola Waktumu ⏰

3. Prioritaskan pada proyek yang besar

Punya 2-3 proyek besar sebenarnya lebih menguntungkan daripada 10-11 proyek kecil. Usaha yang kamu keluarkan lebih efisien, dan pendapatan yang kamu terima juga lebih terasa. Dengan punya sedikit proyek besar, kamu jadi punya waktu cukup untuk meeting kesana-kemari, bertemu dan berhubungan dengan klien secara lebih baik. Kalau kamu dekat dengan klien, mereka tidak akan segan-segan untuk menghubungimu lagi untuk proyek yang lain.

Dan enaknya bekerja dengan perusahaan besar biasanya ada berbagai macam proyek yang tersedia. Mereka juga mampu membayar ekstra, dan tentunya ada kesempatan lebih untuk mendapatkan repeat order alias bisa kebanjiran proyek! Tapi kamu harus memastikan kalau kamu mampu menangani proyek-proyek seperti itu. 😎

4. Kerjakan tugas yang paling sulit terlebih dulu

Ada beberapa pekerjaan yang menantangmu karena berbeda dengan yang biasanya? Apa kamu sering merasa tidak nyaman karenanya? Apa kamu merasa kalau kamu tidak punya kualifikasi untuk mengerjakan pekerjaan itu? Kamu harus membiasakan diri terhadap perasaan-perasaan seperti itu.

Kamu akan semakin sering menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang sulit. Telan saja, dan lakukan! Kerjakan hal-hal yang paling sulit, karena dengan begitu kemampuanmu akan meningkat. Untuk meringankannya, bayangkan saja ketika nanti kamu sukses menyelesaikan pekerjaan sulit itu, kamu bisa staycation di akhir pekan. Atau kamu bisa mentraktir diri sendiri dengan sushi yang enak. Dijamin kamu akan semangat! 🍣

5. Kelola arus keuangan dengan faktur yang tepat waktu

Penagihan dan pembayaran invoice yang tepat waktu adalah salah satu solusi dari dilema keuangan yang sering dialami agensi/konsultan. Untuk itu, kamu perlu menyiapkan sistem faktur yang mudah digunakan. Kalau perlu, kamu juga harus menyediakan templat yang siap pakai.

Saya sendiri menggunakan sistem faktur/invoice yang terintegrasi dengan alat pembayaran, sehingga memudahkan klien untuk membayar dengan berbagai macam pilihan, tidak hanya transfer bank bahkan hingga membayar dengan e-wallet.

6. Praktikkan teknik manajemen waktu yang terbaik

Saat kamu bangun di pagi hari, coba untuk langsung menentukan prioritas; misalnya berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menulis proposal, menelepon klien, dan seterusnya. Gunakan waktu luang saat kamu sedang menunggu atau sedang di jalan (tapi bukan waktu menyetir kendaraan, ya!) untuk membuat daftar pekerjaan, mendengarkan podcast, memeriksa keuangan, membaca buku manajemen atau leadership agar perusahaanmu makin berkembang.

Atur tenggat waktu proyekmu, ambil waktu rehat sejenak untuk menikmati teh/kopi dan cemilan barang 10-15 menit. Kurangi interupsi yang tidak penting, misalnya notifikasi media sosial dari ponselmu. Kalau misalnya pekerjaanmu termasuk untuk mengelola akun media sosial milik klien, beri waktu yang jelas dan terukur untuk menjalankannya. Jangan sampai waktumu benar-benar habis untuk mengonsumsi konten-konten tidak relevan di media sosial, ya!


Bangun Kebiasaan Bisnis yang Baik 🤝

7. Beri harga yang sesuai

Kamu harus tahu dengan jelas berapa harga yang pantas untukmu. Disini, kamu juga mesti jujur pada diri sendiri, apakah kemampuanmu sesuai dengan harga yang kamu berikan untuk klien atau tidak. Secara berkala, naikkan harga atau atur strategi harga yang sesuai. Jangan lupa beritahu klien aktif setidaknya 4-6 bulan terlebih dahulu terkait perubahan strategi harga yang kamu terapkan.

8. Awasi keuanganmu

Di bagian ini, mudah sekali untuk kehilangan kontrol. Apalagi jika kamu memiliki biaya overhead yang tinggi—misalnya untuk kantor, alat kerja, dan biaya-biaya tersembunyi lainnya.

Gunakan sistem pembukuan yang tepat. Ada banyak sistem pembukuan dengan biaya langganan bulanan yang sesuai untuk konsultan baru sepertimu. Dengan begitu, kamu bisa menurunkan biaya overhead tadi. Pembukuan ini juga harus rapi. Jika kamu sudah memiliki badan usaha PT, kamu juga harus memperhitungkan pajak dan kembalian pajak.

9. Pasarkan bisnismu setiap ada kesempatan

Untuk tetap membuat bisnismu kedatangan klien, kamu harus selalu melakukan kegiatan pemasaran. Bukan berarti kamu harus membuat iklan dimana-mana, ya. Ada beberapa kegiatan pemasaran yang bisa kamu lakukan dengan gratis atau mendekati gratis! Misalnya, ketika kamu sedang networking, jangan lupa untuk menyebutkan bisnismu, dan apa yang kamu tawarkan.

Setiap kesempatan yang kamu temui, jangan lupa untuk memasarkan bisnismu. Dengan begitu, orang akan tahu penawaran yang kamu punya. Sekalipun mereka tidak langsung jadi klienmu, siapa tahu suatu saat mereka.

10. Buat klienmu senang

Membuat klien senang disini bukan berarti kamu harus memberikan harga diskon, atau mentraktir mereka setiap waktu, ya. Sebisa mungkin, berikan sesuatu yang sedikit lebih dari yang kamu janjikan—tetapi klien tidak meminta. Tentunya akan jadi kejutan positif untuk mereka.

Kamu juga bisa membangun kepercayaan klien melalui transparansi, akurasi, dan keandalan. Pokoknya, selama kamu bisa memberikan yang terbaik untuk klien—dalam lingkup proyek—berikanlah, tetapi tidak perlu berlebihan.

11. Jangan lupa pasang hak cipta untuk dokumen asli

Hak cipta ini sering sekali dilanggar. Kamu harus menentukan, apakah hak cipta ini adalah milik klien, atau milik perusahaanmu. Jika itu milik klien, kamu bisa memberikan charge tambahan, karena perusahaanmu yang mengerjakan—sekalipun idenya dibuat bersama-sama.


Nikmati enaknya jadi bos untuk diri sendiri 🧘🏻‍♀️

12. Hidupmu bisa jadi lebih seimbang

Kalau kamu memiliki manajemen waktu yang baik, disiplin terhadap pekerjaan dan gaya hidup, prioritas yang tepat, dan juga keuangan perusahaan yang terkontrol, hidupmu akan jadi jauh lebih seimbang.

Saat kamu jadi bos untuk diri sendiri seperti sekarang, kamu bisa menentukan mana hal-hal terpenting untukmu, sehingga kamu bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk itu. Mungkin itu adalah keluargamu, spiritualitasmu, kehidupan sosialmu, hobimu, atau apapun itu yang bisa membuat kamu tumbuh.

13. Buat aturanmu sendiri

Jadi bos enaknya bisa membuat aturan untuk diri sendiri. Misalnya, jika ada pekerjaan yang sampai jam 18.00 belum selesai, artinya pekerjaan itu bisa menunggu sampai besok. Atau kamu ingin libur di hari Jumat, bukan hari Minggu, ya bisa-bisa saja.

14. Jadikan kerja di rumah lebih menyenangkan

Jika bisnismu masih kecil karena baru mulai, cobalah untuk bekerja dari rumah. Selain mengurangi biaya overhead untuk sewa kantor, kamu juga bisa menghemat waktu yang biasanya dipakai untuk commuting, jadi bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti membaca buku atau melakukan hobi.

15. Miliki hobi yang berbeda dengan pekerjaan

Dengan punya hobi yang berbeda, akan membantumu mengurangi tingkat stres. Selain itu, kemampuanmu dalam hal problem solving akan bertambah. Ingat, hidupmu bukan hanya untuk bekerja saja. Jadi gunakan waktumu sebaik mungkin.


Tahun pertama dalam menjalani bisnis agensi/konsultan seperti ini adalah masa pertumbuhan dan perubahan yang besar. Pola pikirmu soal bisnis akan terbuka, dan ia akan membantumu membuka jalan untuk berpindah ke jenis-jenis bisnis lainnya.

Bagi saya sendiri, bisnis agensi adalah bisnis “mencari uang mudah dan membuat dapur tetap mengebul”. Saya mungkin tidak akan selamanya menjalankan bisnis seperti ini. Tapi tanpanya, saya mungkin tak akan menyentuh bisnis yang lain.

Sampai disini, semoga kamu paham, ya! Jika tidak, kamu bisa bergabung di komunitas Telegram kami dan bertanya lebih lanjut. Semoga sukses!

Bagaimana Menjalankan Bisnis Konsultan a.k.a Agensi di Tahun Pertama?

Founder Tanibox OÜ; Product Strategist di Chloè & Matt.

Menjalankan perusahaan konsultan sama dengan menjalankan bisnis lainnya. Ada beberapa hal yang bisa membantumu untuk jadi lebih sukses (dan tetap waras!) disaat kamu baru memulai.

Disini saya menyusun beberapa tips dari pengalaman yang saya dapatkan selama menjalankan bisnis konsultan. Buat saya, bisnis jenis ini cukup cepat pertumbuhannya—selama bisa mendapatkan klien yang sesuai. Tapi kebanyakan bisnis konsultan terjebak dalam lingkaran: menambah klien → menambah pegawai. Jadi, kamu perlu hati-hati untuk tidak terjebak disini.

Kelola Kesehatan Fisik dan Mentalmu 💆🏻‍♀️

1. Jalankan gaya hidup yang sehat dari sekarang

Tidak mudah untuk makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur ketika kamu harus bekerja hingga 80 jam dalam seminggu. Tenggat waktu yang sudah semakin dekat, akan semakin menuntutmu untuk kerja lembur. Dan jika kamu tidak mulai mengatur prioritas dari sekarang, kamu pasti akan jadi sahabat mi instan dan telur. Kamu juga tidak akan pernah lepas dari meja kerja, kecuali ketika harus meeting dengan klien.

Langkah pertama yang mesti kamu lakukan adalah dengan menjadi lebih mindful alias sadar diri. Ubah pola makan dari mi instan + telur sedikit demi sedikit jadi lebih baik, misalnya nasi + telur + sayur. Beli saja dari warung, kalau kamu tidak sempat masak sendiri. Lalu, kalau kamu kurang berolahraga, mungkin kamu bisa jalan kaki ke warung makan. Lumayan kan, sekalian membakar kalori dan tetap melatih otot.

Jangan lupa juga untuk tidur! Ini yang paling sering terjadi jika sudah di penghujung deadline. Bahkan demi mengganti waktu tidur, sampai mengonsumsi minuman energi yang jelas dampaknya buruk bagi tubuh. Hei, sudah banyak orang meninggal karena kurang tidur, lho! 🙀

2. Cari cara untuk mengelola stres

Catat hal-hal apa saja yang menjadi penyebab stres. Mungkin dengan membuat jurnal harian ada baiknya juga. Lalu, kamu harus segera cari tahu cara mengurangi penyebab stres tersebut. Misalnya, kalau kamu capek ketika harus meeting dengan beberapa klien sekaligus 4 hari dalam seminggu, kamu bisa menambah pegawai yang khusus mengurusi klien—yang biasa disebut AE atau Account Executive. Dengan begitu, kamu tetap bisa fokus melakukan pekerjaan-pekerjaan lain; kecuali meeting rutin dengan klien. Walaupun begitu, sesekali kamu tetap harus bertemu klien, hanya sekedar untuk say hi dan keep in touch. It’s important for your business! 🤑


Kelola Waktumu ⏰

3. Prioritaskan pada proyek yang besar

Punya 2-3 proyek besar sebenarnya lebih menguntungkan daripada 10-11 proyek kecil. Usaha yang kamu keluarkan lebih efisien, dan pendapatan yang kamu terima juga lebih terasa. Dengan punya sedikit proyek besar, kamu jadi punya waktu cukup untuk meeting kesana-kemari, bertemu dan berhubungan dengan klien secara lebih baik. Kalau kamu dekat dengan klien, mereka tidak akan segan-segan untuk menghubungimu lagi untuk proyek yang lain.

Dan enaknya bekerja dengan perusahaan besar biasanya ada berbagai macam proyek yang tersedia. Mereka juga mampu membayar ekstra, dan tentunya ada kesempatan lebih untuk mendapatkan repeat order alias bisa kebanjiran proyek! Tapi kamu harus memastikan kalau kamu mampu menangani proyek-proyek seperti itu. 😎

4. Kerjakan tugas yang paling sulit terlebih dulu

Ada beberapa pekerjaan yang menantangmu karena berbeda dengan yang biasanya? Apa kamu sering merasa tidak nyaman karenanya? Apa kamu merasa kalau kamu tidak punya kualifikasi untuk mengerjakan pekerjaan itu? Kamu harus membiasakan diri terhadap perasaan-perasaan seperti itu.

Kamu akan semakin sering menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang sulit. Telan saja, dan lakukan! Kerjakan hal-hal yang paling sulit, karena dengan begitu kemampuanmu akan meningkat. Untuk meringankannya, bayangkan saja ketika nanti kamu sukses menyelesaikan pekerjaan sulit itu, kamu bisa staycation di akhir pekan. Atau kamu bisa mentraktir diri sendiri dengan sushi yang enak. Dijamin kamu akan semangat! 🍣

5. Kelola arus keuangan dengan faktur yang tepat waktu

Penagihan dan pembayaran invoice yang tepat waktu adalah salah satu solusi dari dilema keuangan yang sering dialami agensi/konsultan. Untuk itu, kamu perlu menyiapkan sistem faktur yang mudah digunakan. Kalau perlu, kamu juga harus menyediakan templat yang siap pakai.

Saya sendiri menggunakan sistem faktur/invoice yang terintegrasi dengan alat pembayaran, sehingga memudahkan klien untuk membayar dengan berbagai macam pilihan, tidak hanya transfer bank bahkan hingga membayar dengan e-wallet.

6. Praktikkan teknik manajemen waktu yang terbaik

Saat kamu bangun di pagi hari, coba untuk langsung menentukan prioritas; misalnya berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menulis proposal, menelepon klien, dan seterusnya. Gunakan waktu luang saat kamu sedang menunggu atau sedang di jalan (tapi bukan waktu menyetir kendaraan, ya!) untuk membuat daftar pekerjaan, mendengarkan podcast, memeriksa keuangan, membaca buku manajemen atau leadership agar perusahaanmu makin berkembang.

Atur tenggat waktu proyekmu, ambil waktu rehat sejenak untuk menikmati teh/kopi dan cemilan barang 10-15 menit. Kurangi interupsi yang tidak penting, misalnya notifikasi media sosial dari ponselmu. Kalau misalnya pekerjaanmu termasuk untuk mengelola akun media sosial milik klien, beri waktu yang jelas dan terukur untuk menjalankannya. Jangan sampai waktumu benar-benar habis untuk mengonsumsi konten-konten tidak relevan di media sosial, ya!


Bangun Kebiasaan Bisnis yang Baik 🤝

7. Beri harga yang sesuai

Kamu harus tahu dengan jelas berapa harga yang pantas untukmu. Disini, kamu juga mesti jujur pada diri sendiri, apakah kemampuanmu sesuai dengan harga yang kamu berikan untuk klien atau tidak. Secara berkala, naikkan harga atau atur strategi harga yang sesuai. Jangan lupa beritahu klien aktif setidaknya 4-6 bulan terlebih dahulu terkait perubahan strategi harga yang kamu terapkan.

8. Awasi keuanganmu

Di bagian ini, mudah sekali untuk kehilangan kontrol. Apalagi jika kamu memiliki biaya overhead yang tinggi—misalnya untuk kantor, alat kerja, dan biaya-biaya tersembunyi lainnya.

Gunakan sistem pembukuan yang tepat. Ada banyak sistem pembukuan dengan biaya langganan bulanan yang sesuai untuk konsultan baru sepertimu. Dengan begitu, kamu bisa menurunkan biaya overhead tadi. Pembukuan ini juga harus rapi. Jika kamu sudah memiliki badan usaha PT, kamu juga harus memperhitungkan pajak dan kembalian pajak.

9. Pasarkan bisnismu setiap ada kesempatan

Untuk tetap membuat bisnismu kedatangan klien, kamu harus selalu melakukan kegiatan pemasaran. Bukan berarti kamu harus membuat iklan dimana-mana, ya. Ada beberapa kegiatan pemasaran yang bisa kamu lakukan dengan gratis atau mendekati gratis! Misalnya, ketika kamu sedang networking, jangan lupa untuk menyebutkan bisnismu, dan apa yang kamu tawarkan.

Setiap kesempatan yang kamu temui, jangan lupa untuk memasarkan bisnismu. Dengan begitu, orang akan tahu penawaran yang kamu punya. Sekalipun mereka tidak langsung jadi klienmu, siapa tahu suatu saat mereka.

10. Buat klienmu senang

Membuat klien senang disini bukan berarti kamu harus memberikan harga diskon, atau mentraktir mereka setiap waktu, ya. Sebisa mungkin, berikan sesuatu yang sedikit lebih dari yang kamu janjikan—tetapi klien tidak meminta. Tentunya akan jadi kejutan positif untuk mereka.

Kamu juga bisa membangun kepercayaan klien melalui transparansi, akurasi, dan keandalan. Pokoknya, selama kamu bisa memberikan yang terbaik untuk klien—dalam lingkup proyek—berikanlah, tetapi tidak perlu berlebihan.

11. Jangan lupa pasang hak cipta untuk dokumen asli

Hak cipta ini sering sekali dilanggar. Kamu harus menentukan, apakah hak cipta ini adalah milik klien, atau milik perusahaanmu. Jika itu milik klien, kamu bisa memberikan charge tambahan, karena perusahaanmu yang mengerjakan—sekalipun idenya dibuat bersama-sama.


Nikmati enaknya jadi bos untuk diri sendiri 🧘🏻‍♀️

12. Hidupmu bisa jadi lebih seimbang

Kalau kamu memiliki manajemen waktu yang baik, disiplin terhadap pekerjaan dan gaya hidup, prioritas yang tepat, dan juga keuangan perusahaan yang terkontrol, hidupmu akan jadi jauh lebih seimbang.

Saat kamu jadi bos untuk diri sendiri seperti sekarang, kamu bisa menentukan mana hal-hal terpenting untukmu, sehingga kamu bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk itu. Mungkin itu adalah keluargamu, spiritualitasmu, kehidupan sosialmu, hobimu, atau apapun itu yang bisa membuat kamu tumbuh.

13. Buat aturanmu sendiri

Jadi bos enaknya bisa membuat aturan untuk diri sendiri. Misalnya, jika ada pekerjaan yang sampai jam 18.00 belum selesai, artinya pekerjaan itu bisa menunggu sampai besok. Atau kamu ingin libur di hari Jumat, bukan hari Minggu, ya bisa-bisa saja.

14. Jadikan kerja di rumah lebih menyenangkan

Jika bisnismu masih kecil karena baru mulai, cobalah untuk bekerja dari rumah. Selain mengurangi biaya overhead untuk sewa kantor, kamu juga bisa menghemat waktu yang biasanya dipakai untuk commuting, jadi bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti membaca buku atau melakukan hobi.

15. Miliki hobi yang berbeda dengan pekerjaan

Dengan punya hobi yang berbeda, akan membantumu mengurangi tingkat stres. Selain itu, kemampuanmu dalam hal problem solving akan bertambah. Ingat, hidupmu bukan hanya untuk bekerja saja. Jadi gunakan waktumu sebaik mungkin.


Tahun pertama dalam menjalani bisnis agensi/konsultan seperti ini adalah masa pertumbuhan dan perubahan yang besar. Pola pikirmu soal bisnis akan terbuka, dan ia akan membantumu membuka jalan untuk berpindah ke jenis-jenis bisnis lainnya.

Bagi saya sendiri, bisnis agensi adalah bisnis “mencari uang mudah dan membuat dapur tetap mengebul”. Saya mungkin tidak akan selamanya menjalankan bisnis seperti ini. Tapi tanpanya, saya mungkin tak akan menyentuh bisnis yang lain.

Sampai disini, semoga kamu paham, ya! Jika tidak, kamu bisa bergabung di komunitas Telegram kami dan bertanya lebih lanjut. Semoga sukses!